Tuktuk adalah salah satu alat transportasi yang khas di negara Thailand. Bentuknya mirip dengan bajaj yang ada di Jakarta, mempunyai 3 roda dengan jendela terbuka lebar sementara supir duduk di depan. Bisa muat untuk 2-3 orang penumpang, tetapi paling pas kalau dimuati oleh 2 orang saja. Tuktuk di Thailand, khsususnya Bangkok mempunyai warna yang bervariasi, seperti merah, hijau, kuning, biru, ungu dan oranye. Selama berada di Thailand, tuktuk yang saya temui kondisi luarnya tampak bersih dan menarik dengan warna-warni cat yang cerah.
Pengalaman naik tuktuk adalah ketika saya melancong ke Bangkok di bulan Februari 2013. Pada pagi itu rencana saya adalah mengunjungi Wat Phra Kaeo. Tetapi ternyata tempat itu baru buka sekitar jam 1 siang oleh karena para pendetanya sedang ada upacara menyambut Tahun Baru umat Budha di Thailand. Daripada menunggu waktu sampai jam 1 siang, akhirnya saya memutuskan ke Pratunam Market. Karena tempatnya cukup jauh maka saya memilih tuktuk. 2 kali nyetop tuktuk tetapi supirnya tidak ada yang bersedia mengantarkan saya ke Pratunam. Tuktuk yang ke-3 akhirnya mau mengantar saya. Sebelumnya saya tanya dulu ongkos ke Pratunam berapa, dengan menggunakan bahasa tarzan untuk menjelaskan tempat yang saya tuju. Ternyata perjalanannya memang cukup jauh, ditambah keadaan lalulintasnya macet dan panas pula. Pada saat membayar ongkos, saya keluarkan uang kertas 20 Baht... wow...ternyata dia mintanya 200Baht! Mau bagaimana lagi....berpikir positif saja, mungkin memang segitu harganya.
Setelah beberapa jam di daerah Pratunam saya memutukan untuk kembali ke hotel. Di depan Platinum Fashion Mall banyak tuktuk yang ngetem. Saya agak ragu-ragu untuk naik dari tempat itu, anggapan saya pasti ongkosnya akan mahal. Tiba-tiba saja saya ingin bertanya ke penduduk lokal setempat mengenai berapa ongkos yang wajar kalau naik tuktuk ke daerah Khaosan.
Seorang bapak separuh baya dengan penampilan bersih saya hampiri. Dia memberikan informasi yang sangat berguna buat saya. Katanya, cari tuktuk yang warna catnya hijau tarifnya lebih murah karena tuktuk warna hijau dikelola oleh pemerintah. Kalau warna lainnya (merah, kuning, pink, oranye, dll) dikelola oleh pihak swasta dan tarifnya lebih mahal. Ongkos tuktuk dilihat dari jaraknya, setiap 1 km dihargai 10Baht. Wow... beruntung sekali saya memilih bapak ini. Kemudian lagi, si bapak menjelaskan kalau hari ini di Bangkok lagi ada diskon besar-besaran di satu toko perhiasan (saya lupa namanya). Toko tersebut memberikan diskon khusus hanya untuk warga Thailand dan hanya setahun sekali dalam rangka menyambut Tahun Baru Thailand. Makanya jarang sekali wisatawan asing mengetahui promo ini.
Akhir kata bapak ini membantu saya memanggilkan tuktuk dan memberitahu saya ongkosnya 40 Baht untuk sampai di tempat penginapan. Wuiihh murah bener ya...kalau dirupiahkan sekitar Rp. 12.000. Ongkos tersebut sudah termasuk mampir di 3 tempat (toko perhiasan, kantor turis untuk booking tour Damnoen Saduak dan money changer). Senangnya hari itu.....:))



No comments:
Post a Comment